Posts

Showing posts with the label ISO

Dasar Hukum Pengelolaan Lingkungan

Yang menjadi dasar hukum dalam manajemen lingkungan : UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Permen Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik Permen LHK No. P5/MENLHK/SETJEN/KUM1/2/2018 tentang Standar Kompetensi Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah dan Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Air Permen No. 87/IND/PER/9/2009 tentang Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label Pada Bahan Kimia Permenaker KEP.187/MEN/1999 tentang Pengendalian B3 di Tempat Kerja Permenkes No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air PP No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Cintai Lingkungan Demi Anak Cucu Kita Jangan Buang Sampah Sembarangan

Tips Mengelola Daging dengan Benar Sesuai Standar Kemanan Pangan

 1. Lakukan Penyimpanan dengan Tepat Tempatkan daging di wadah tertutup dan simpan di lemari es dengan suhu 4°C-5°C atau bisa juga di Freezer dengan suhu -18°C juga. Semakin dingin tempat penyimpanan Anda, maka akan semakin lama umur simpannya. 2. Jangan Mencuci Daging Tidak disarankan untuk mencuci daging karena dapat merusak kualitas daging dan berpotensi mencemarkan bakteri pada daging. 3. Pisahkan Daging dengan Bahan Makanan Lain Untuk menghindari kontaminasi silang, pisahkan daging dan bahan makanan lain di wadah terpisah. Selain itu, pisahkan juga penggunaan pisau dan talenan daging dengan bahan makanan lainnya. 4. Diamkan Daging di Suhu Ruang Sebelum Dimasak Apabila daging sebelumnya disimpan di lemari es, maka diamkan daging di suhu ruang atau basuh dengan air mengalir dengan suhu sekitar 21°C. 5. Masak Daging Di Suhu yang Tepat Masak daging hingga suhu intinya mencapai suhu minimal 63°C, selama minimal 4 menit. Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam mengelola d...

Audit Based on Performance

Fungsi Internal Quality Audit yang baik bukan sekedar memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur / persyaratan ISO 9001). Tetapi dapat membantu melihat kelemahan dari sistem manajemen mutu. Selanjutnya terkait dengan Sistem Manajemen Mutu versi terbaru 2015 akan kita bahas di artikel selanjutnya. Mari berbagi bersama semoga semakin berkah, jika ada masukan monggo di share di mari ya ....

Lembang Sharing Session Offroad

Image

Mengintip Standar Baru ISO 9001:2015

Image
Sampai saat artikel ini ditulis, ISO 9001 telah berusia 26 tahun  dan telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu  ISO 9001:1987. Revisi pertama kali dilakukan pada tahun 1994 yang menghasilkan 3 versi sekaligus yaitu ISO 9001:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan manufaktur dengan desain dan pengembangan produk; ISO 9002:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan produksi dan instalasi tanpa desain dan pengembangan produk; dan ISO 9003:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan inspeksi final dan tes saja. ISO 9001 versi 1994 kemudian direvisi pada tahun 2000 dengan banyak perubahan yang bersifat  majour  (perubahaan besar)   dengan menyatukan ketiga versi ISO 9001:1994 menjadi satu standar ISO 9001:2000 yang berlaku untuk semua jenis organisasi. Revisi terakhir yang dilakukan adalah pada tahun 2008 dengan perubahan kecil (minor) yang sebagian besarnya tidak mengubah isi dari ISO 9001:2000. ISO 9001...

ISO 9001:2015 Revision Update

As a participant in the ISO/TC 176 process, NQA will continuously provide our customers with updated information regarding changes to the ISO 9001 standard. The ISO 9001 QMS standard is currently being reviewed for revision and is slated for release in late 2015.  In keeping with the approved time table, the Committee Draft (ISO/CD 9001) was recently released in June 2013.  The expectation is to have comments complete on this draft in September 2013, to be followed by the release of the Draft International Standard (DIS) in 2014, and then the Final Draft International Standard (FDIS) and published International Standard both in 2015.  Sector-specific QMS standards such as AS9100, ISO 13485, and TL 9000 will likely be revised in conjunction with this ‘base standard’ change, but each industry body/user group will make those determinations on their own. While many of the proposed details are not yet set in stone, some likely changes are worth mentioning at this time and...

ISO 9001 : 2015

IRCA mendukung revisi 2015  ISO 9001 digunakan oleh jutaan orang dan organisasi di seluruh dunia. Revisi 2015 akan memiliki dampak besar pada mereka yang bekerja dengan standar. IRCA adalah organisasi benar-benar independen, dan kami akan memantau proses dan menjaga para pemangku kepentingan kami informasi selama proses berlangsung, termasuk anggota, perusahaan, organisasi pelatihan dan industri secara umum.  Dampak dari revisi ini akan mirip dengan, jika tidak lebih besar dari edisi 2000, yang merupakan perubahan besar bagi badan akreditasi, lembaga sertifikasi, lembaga pelatihan, organisasi pelaksana, organisasi pengadaan, konsultan dan pelanggan. Masa transisi ISO 9001:2000 adalah tiga tahun dan harapan adalah bahwa revisi 2015 akan sama, sehingga kegiatan yang sedang direncanakan hingga 2018.  IRCA akan melaksanakan berbagai kegiatan di sekitar revisi, termasuk update berita, catatan panduan dan acara. Tetap memeriksa halaman ini untuk mendapatkan informasi...

Seberapa Efektifkah Proses Produksi Anda ?

1.        Misalkan Anda memiliki 8 jam kerja. Dari 8 jam kerja, actual waktu mesin bekerja hanya 70%. 30% mesin berhenti karena persiapan, kerusakan mesin, material tidak ada, dll. Berarti mesin bekerja efektif hanya 70% 2.        Dari sisa waktu 70% tersebut, ternyata productivity Anda 80%. Misalnya : seharusnya mendapatkan output  100, ternyata cuma dapat  80. Berdasarkan angka kerja mesin 70% dengan productivity 80%, berarti efektifitas produksi menghasilkan produk 70%x 80% = 56 % 3.        Dari 80 produk tersebut 72 Ok, 8 reject. Good Part Ratio 90%. Efektifitas produksi menghasilkan produk 56%, sedangkan good part ratio 90%. Berarti Efektifitas produksi menghasilkan produk OK menjadi 56%x90% = 50,4 % Efektifitas produksi menghasilkan produk ok 50,4%, dikenal dengan istilah OEE. Sebagai benchmark, OEE untuk suatu Industri yang efisien adalah 85%. Sulitkah ? · ...

Penerapan ISO 14001 dan 18001

LANGKAH 1 Langkah pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menerapkan ISO 14001 & OHSAS 18001 yaitu menetapkan Kebijakan Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L). Kebijakan K3L merupakan pernyataan yang ditetapkan Top Management yang berisi : 1. Komitmen untuk perbaikan berkelanjutan,   pencegahan pencemaran, pencegahan cidera dan sakit. 2. Komitmen untuk mematuhi peraturan K3L dan persyaratan   lain   yang diikuti organisasi, yang terkait dengan dampak dan risiko K3 nya. 3. Memberikan kerangka kerja untuk menetapkan tujuan dan sasaran . 4. Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara. 5. Dikomunikasikan kepada semua karyawan. Tersedia untuk masyarakat. LANGKAH 2 Langkah kedua yang harus dilakukan adalah perencanaan keselamatan kesehatan kerja   & lingkungan. Proses perencanaan digunakan untuk menetapkan dan menerapkan sistem manajemen K3L dan juga untuk memelihara dan memperbaiki berdasarkan peru...